Microsoft Izinkan Karyawan WFH Permanen
Blog
12 October 2020

Microsoft Izinkan Karyawan WFH Permanen

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi raksasa Microsoft pada Jumat (9/10) merilis panduan bekerja baru yang di dalamnya menjelaskan sebagian karyawannya diizinkan bekerja di rumah (work from home/WFH) secara permanen. Itu artinya karyawan tak perlu mengunjungi kantor walaupun pandemi Covid-19 telah berakhir.


Microsoft kini mengizinkan waktu karyawan WFH lebih banyak dari 50 persen jam kerja per pekan, dan untuk manajer disetujui WFH selamanya. Walau begitu karyawan yang mengambil opsi WFH permanen mesti merelakan area kerja di kantor diambil alih dan memanfaatkan area mampir untuk sewaktu-waktu ke kantor.

"Pandemi Covid-19 telah menantang kita semua untuk berpikir, hidup, dan bekerja dengan cara baru," kata Executive Vice President and Chief People Officer Microsoft Kathleen Hogan, dalam memo untuk karyawan, seperti diberitakan The Verge.


"Kami akan menawarkan lebih banyak fleksibilitas yang memungkinkan untuk mendukung cara kerja baru individu, sambil menyeimbangkan kebutuhan bisnis, dan memastikan kita hidup menjalankan budaya," ucapnya lagi.

Micorsoft menjelaskan opsi WFH permanen sulit diambil buat karyawan yang bekerja di bidang tertentu seperti laboratorium dan pusat data. Perusahaan juga mengizinkan karyawan pindah lokasi tempat tinggal, bahkan ke luar negeri, jika bekerja tetap memungkinkan.

Menurut The Verge, keputusan Microsoft ini dipengaruhi kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang tidak akan membuka perkantoran setidaknya pada Januari 2021. Microsoft awalnya mengizinkan WFH pada Maret sebelum menjadikannya keharusan seiring pandemi yang terus meluas.

Microsoft bukan satu-satunya perusahaan besar yang memperbolehkan WFH permanen. Sebelumnya CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengubah cara kerja lebih dari 10 ribu karyawannya menjadi WFH.

Setengah jumlah karyawan itu dapat mengambil opsi WFH permanen untuk jangka waktu lima sampai 10 tahun.

Vaksin Bukan Satu-satunya, Ada 9 Cara untuk Cegah Covid-19

Vaksin Bukan Satu-satunya, Ada 9 Cara untuk Cegah Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO South-East Asia Region Prof dr Tjandra Yoga Aditama menegaskan bahwa vaksin bukan satu-satunya cara untuk mencegah penularan Covid-19. Bahkan, dia mengatakan ada 8 cara lainnya yang bisa efektif membendung penularan Covid-19.

Baca Selengkapnya
Wapres: Kesehatan masyarakat jadi prioritas dalam Pilkada 2020

Wapres: Kesehatan masyarakat jadi prioritas dalam Pilkada 2020

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama bagi Pemerintah dalam menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19, supaya partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi lokal tersebut tinggi.

Baca Selengkapnya
Eks CEO Google Sebut Medsos Amplifikasi 'Orang-orang Bodoh'

Eks CEO Google Sebut Medsos Amplifikasi 'Orang-orang Bodoh'

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Chief Executive Officer Google, Eric Schmidt mengungkapkan dampak berlebih dari jejaring media sosial kemungkinan bisa mengamplifikasi pendapat 'orang-orang bodoh'.
Padahal menurut dia, hal tersebut bukan merupakan tujuan dari platform internet yang sesungguhnya.

Baca Selengkapnya
Siap-siap! IHSG Sesi II Bakal Melesat Nih

Siap-siap! IHSG Sesi II Bakal Melesat Nih

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama Jumat (23/10/2020) dengan kenaikan sebesar 0,2% atau 10,35 poin ke level 5.102,167 mengikuti tren kenaikan di bursa global.

Baca Selengkapnya
Pengalaman Menonton Bioskop Saat Pandemi: Rindu Terbayar

Pengalaman Menonton Bioskop Saat Pandemi: Rindu Terbayar

Sejumlah bioskop CGV Cinemas di Jakarta sudah mulai beroperasi kembali mulai hari ini (21/10). Salah satunya CGV Grand Indonesia yang sudah dibuka dengan protokol kesehatan sesuai panduan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI Jakarta.

 

Baca Selengkapnya
Twitter Belum Mampu Tandai Cuitan Hoaks Orang Indonesia

Twitter Belum Mampu Tandai Cuitan Hoaks Orang Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Twitter mengungkap belum mampu menandai cuitan orang Indonesia yang melanggar aturan platform seperti yang dilakukan berulang kali sejumlah orang ke Presiden AS, Donald Trump.

Baca Selengkapnya
Lihat Semua Blog
Icon