Detail Postingan

Excavator Mini Menggunakan Alat Suntik

8 Agustus 2019 adalah puncak acara dari PEMTI (PEmbinaan Mahasiswa Teknik Industri). Dimana pada acara kali ini mengangkat tema “Alat Suntik kok Buat Narkoba?? Buat Belajar Mekanika di Jurusan Teknik Industri saja!!”. Dengan tema ini, mengharapkan tidak menyalahgunakan alat suntik sebagai alat mengkonsumsi narkoba, tetapi bisa digunakan untuk hal lain yang lebih berguna, inovatif, dan kreatif serta jauh dari narkoba.

              

               Di acara ini semua mahasiswa baru teknik industri dibagi menjadi beberapa kelompok dan di ajak menggunakan alat suntik tersebut untuk membuat excavator mini. Dengan memanfaatkan tekanan hidrolik dari alat suntik yang diisi air, bisa menggerakan excavator dan mengangkat benda. Awal pembuatan excavator adalah dari proses desain, pengukuran, sistem hidrolik untuk menggerakan excavator, proses pemotongan bahan yang proposional dan simetris, perakitan, uji coba hingga finishing produk (pewarnaan dan penghalusan barang). Proses pembuatan ini tentunya diawasi oleh setiap mahasiswa teknik industri sebagai pembina mereka.

              

               Setelah semua proses pembuatan telah selesai, excavator yang sudah selesai dipresentasikan oleh setiap kelompok yang sudah dibagi. Setiap kelompok dengan semangat mempresentasikan hasil karya mereka. Dimulai dari penjelasan cara kerja excavator sampai suka duka yang mereka rasakan dalam proses pembuatannya. Ketika ditanya apa kendala terbesar saat proses pembuatan, kebanyakan menjawab “Sangatlah susah untuk mengatur tekanan yang ada di dalam alat suntik, karena jika kelebihan tekanan. Maka air yang ada di dalam alat suntik akan keluar”. Dalam sesi presentasi juga ada sesi tanya jawab oleh dosen dan mahasiswa yang lain.

 

               Setelah presentasi oleh setiap kelompok, tiba waktunya untuk sesi uji coba. Dalam sesi ini dilakukan kompetisi antar kelompok. Disediakan kotak berisi tepung dan timbangan digital yang akan mengukur seberapa banyak tepung yang bisa dipindahkan ke atas timbangan digital dengan waktu yang telah ditentukan. Pada sesi ini semua kelompok dengan berapi-api untuk menjadi kelompok yang bisa memindahkan tepung terbanyak.

              

               Sebagai penutup acara, seluruh mahasiswa teknik industri memberikan pesta penyambutan mahasiswa baru teknik industri (welcome party). Tentunya makanan dan minuman yang disuguhkan adalah produk-produk lokal asli Indonesia. Seperti sate ayam, dawet, batagor, dan jajan pasar. Dari hal yang kecil seperti ini, bisa memupuk rasa cinta terhadap Indonesia.